ESL atau European Super League kini diambang di bubarkan. Bagaimana tidak? Sebab banyak peserta yang sebelumnya bergabung telah mengundurkan diri.

Uniknya lagi, semua tim yang mengundurkan diri dari European Super League berasal dari Liga Inggris. Ya, diantaranya adalah Manchester United, Manchester City, Chelsea, Liverpool, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.

Adapun mengenai beberapa klub yang masih bergabung di European Super League, seperti Real Madrid, Atletico Madrid, Barcelona, Juventus, AC Milan, dan Inter Milan.

Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai fakta menarik dari European Super League, simaklah ulasannya berikut:

  1. Sosok Pencetus ESL

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa Florention Perez menjadi salah satu pihak yang merasa tidak puas dengan kinerja UEFA.

Sehingga tak heran jika sang pemilik Real Madrid ini merupakan aktor utama dari pembentukan European Super League.

Setelah resmi ditunjuk sebagai Presiden European Super League, ia pun berambisi untuk mempertemukan tim terbaik di seluruh Eropa dalam satu kompetisi.

Bahkan, Perez mengatakan bahwa sepakbola dunia tidak akan mengalami kemajuan jika formula yang sama masih tetap dimainkan.

Pasalnya, sepakbola modern memerlukan sentuhan inovasi baru sekaligus berani.

  1. ESL Terbentuk Akibat Pandemi

Usut punya usut, ternyata salah satu faktor yang mendorong terbentuknya ESL akibat pandemi covid-19. Selama pandemi tersebut, banyak klub-klub elite yang mengalami kerugian finansial dalam jumlah besar.

Kabarnya, ada sekitar 12 klub elite yang mengalami kerugian sebanyak 1,2 triliun pond selama pandemi 2019-2020.

Tak hanya sampai disitu saja, mereka juga terlilit utang dengan jumlah yang mencapai 5,6 miliar pound. Dengan kondisi seperti itu, akhirnya Perez berinisiatif membentuk ESL guna menyelamatkan finansial pada masing-masing klub.

“Real Madrid kehilangan banyak uang. Kami semua mengalami situasi yang buruk. Ketika tidak ada keuntungan, satu-satunya cara adalah menggelar pertandingan yant lebih kompetitif setiap pekan. Liga Super Eropa mampu mengakomodasi itu,”

“Tim di Spanyol, Italia, dan Inggris ingin mencari solusi untuk keunganan yang sangat buruk,” ujar Florentino Perez.

  1. Banyak yang Menentang ESL

Semenjak dibentuknya ESL, tak sedikit pihak yang menentang bahkan hingga mengecamnya. Ya, mulai dari regulator sepakbola Eropa hingga FIFA.

Bukan hanya itu, bahkan mereka juga akan memberlakukan sanksi tegas bagi klub yang mengikuti kompetisi ESL.

Adapun mengenai sanksi yang diberikan berupa denda hingga dikeluarkan dari asosiasi sepakbola, serta akan mengeluarkan klub dari setiap kompetisi yang berada dibawah naungan UEFA dan FIFA.

Selain dari pihak federasi sepakbola, penentangan ESL juga datang dari para fans, khususnya suporter Inggris.

Sehingga banyak klub dari Liga Inggris yang memutuskan untuk hengkang dari ESL, seperti Manchester United, Manchester City, Chelsea, Liverpool, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.

  1. Sang Donatur ESL

Menurut informasi yang didapat, ternyata kompetisi ESL didanai oleh bank raksasa Wall Street, JP Morgan.

Pada bulan Oktober 2020 lalu, JP Morgan mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh penting ESL. Tak tanggung-tanggung, bank tersebut siap mengucurkan dana segar sebanyak 4,6 miliar pound atau setara sekitar Rp 92,7 triliun.

Bahkan yang lebih menariknya lagi, setiap klub yang ikut bergabung ke kompetisi ESL akan mendapatkan dana sebesar US$ 400 juta atau setara Rp 61,1 triliun lho.

Nah, itulah beberapa fakta menarik dari European Super League. Bagaimana, apakah kamu setuju dengan adanya kompetisi European Super League?

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *